<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Rindu Yang Berlalu</title>
	<atom:link href="http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/</link>
	<description>fajar seluas angkasa</description>
	<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 13:12:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: cyMa</title>
		<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/comment-page-1/#comment-4247</link>
		<dc:creator>cyMa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 02:13:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fajaril.net/blog/?p=346#comment-4247</guid>
		<description>janganlah hanya mengukir janji
sedangkan dikau masih mencari 
adakah benar kata2
bukan ungkapan sementara
kaulah pancaran yg xku rasa
bagaikan obor yg menyinar
jika terpadam tiba2
sunyilah insan alam gelita...jika kau selam hati ini pastinya engkau kan mengerti betapa sucinya kasihku jgn diragu 
jika kau rasa getarnya
debaran kasih, cinta yg meronta
nilai kasihku padamu
cukup berharga
bukan simpati yg aku pinta
kebenaranmu memutus kata
agar dptku abadikan
utk pedoman meniti cinta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>janganlah hanya mengukir janji<br />
sedangkan dikau masih mencari<br />
adakah benar kata2<br />
bukan ungkapan sementara<br />
kaulah pancaran yg xku rasa<br />
bagaikan obor yg menyinar<br />
jika terpadam tiba2<br />
sunyilah insan alam gelita&#8230;jika kau selam hati ini pastinya engkau kan mengerti betapa sucinya kasihku jgn diragu<br />
jika kau rasa getarnya<br />
debaran kasih, cinta yg meronta<br />
nilai kasihku padamu<br />
cukup berharga<br />
bukan simpati yg aku pinta<br />
kebenaranmu memutus kata<br />
agar dptku abadikan<br />
utk pedoman meniti cinta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lanamaya</title>
		<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/comment-page-1/#comment-4185</link>
		<dc:creator>lanamaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 11:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fajaril.net/blog/?p=346#comment-4185</guid>
		<description>Kadangkala kenangan manis bisa jadi pahit pabila takdir dan waktu berlalu tanpa rela

Kadangkala kenangan pahit bisa menjadi kemanisan hidup dan perisai masa depan tanpa sedar

Perit tetap perit, jangan dinafikan,
Luka tetap luka, usah dicarikan ubat,
Payah! Calarnya takkan hilang!
Biar saja ia sembuh sendiri..

kerana manis atau pahit,
perit mahupun luka,
akan tetap tinggal di situ..

Asal saja jangan dijenguk selalu ruang hati yang tercalar itu..

Biarkan saja ia di situ!



p/s: 
Diri berkata pada Harapan:
"Pimpinlah tanganku, 
bawalah kupergi..."

Hati berkata pada Diri:
"Dan bawa sekali aku yang telah robek ini bersamamu!"

Diri pandang pada Hati;
Hati pandang pada Diri dan Harapan;
Harapan pandang pada Diri dan Hati, Hati dan Diri;
Harapan tersenyum pada Diri dan Hati;
Membuatkan Diri dan Hati tersenyum!
Lalu Diri bawa Hati bersamanya menuju Harapan.
Tiada sangsi lagi!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kadangkala kenangan manis bisa jadi pahit pabila takdir dan waktu berlalu tanpa rela</p>
<p>Kadangkala kenangan pahit bisa menjadi kemanisan hidup dan perisai masa depan tanpa sedar</p>
<p>Perit tetap perit, jangan dinafikan,<br />
Luka tetap luka, usah dicarikan ubat,<br />
Payah! Calarnya takkan hilang!<br />
Biar saja ia sembuh sendiri..</p>
<p>kerana manis atau pahit,<br />
perit mahupun luka,<br />
akan tetap tinggal di situ..</p>
<p>Asal saja jangan dijenguk selalu ruang hati yang tercalar itu..</p>
<p>Biarkan saja ia di situ!</p>
<p>p/s:<br />
Diri berkata pada Harapan:<br />
&#8220;Pimpinlah tanganku,<br />
bawalah kupergi&#8230;&#8221;</p>
<p>Hati berkata pada Diri:<br />
&#8220;Dan bawa sekali aku yang telah robek ini bersamamu!&#8221;</p>
<p>Diri pandang pada Hati;<br />
Hati pandang pada Diri dan Harapan;<br />
Harapan pandang pada Diri dan Hati, Hati dan Diri;<br />
Harapan tersenyum pada Diri dan Hati;<br />
Membuatkan Diri dan Hati tersenyum!<br />
Lalu Diri bawa Hati bersamanya menuju Harapan.<br />
Tiada sangsi lagi!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aliff</title>
		<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/comment-page-1/#comment-4171</link>
		<dc:creator>aliff</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 12:19:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fajaril.net/blog/?p=346#comment-4171</guid>
		<description>buah berangan masak merah
sayang kelkatu dalam perahu
luka di tangan nampak berdarah
luka di hati siapalah tahu!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buah berangan masak merah<br />
sayang kelkatu dalam perahu<br />
luka di tangan nampak berdarah<br />
luka di hati siapalah tahu!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asuhara</title>
		<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/comment-page-1/#comment-4167</link>
		<dc:creator>asuhara</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 10:35:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fajaril.net/blog/?p=346#comment-4167</guid>
		<description>kadang-kadang walau bertepuk sebelah tangan pun, walau marah meraja hati atau ingatan sudah mati, rindu pasti melintas.

asal tidak ada dendam dlm rindu tu, pada saya biarkan saja bagai angin yang bertiup di minden ni..:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang-kadang walau bertepuk sebelah tangan pun, walau marah meraja hati atau ingatan sudah mati, rindu pasti melintas.</p>
<p>asal tidak ada dendam dlm rindu tu, pada saya biarkan saja bagai angin yang bertiup di minden ni..:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: megat</title>
		<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/comment-page-1/#comment-4165</link>
		<dc:creator>megat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 07:13:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fajaril.net/blog/?p=346#comment-4165</guid>
		<description>rindu terlalu subjektif. dan boleh dikategorikan dalam byk perkara.

namun rindu yg tak terbalas amat menyakitkan. memaksa rindu itu dipendam juga amat memeritkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rindu terlalu subjektif. dan boleh dikategorikan dalam byk perkara.</p>
<p>namun rindu yg tak terbalas amat menyakitkan. memaksa rindu itu dipendam juga amat memeritkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indera</title>
		<link>http://www.fajaril.net/blog/2008/06/09/rindu-yang-berlalu/comment-page-1/#comment-4164</link>
		<dc:creator>Indera</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:01:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fajaril.net/blog/?p=346#comment-4164</guid>
		<description>Hanya kita saja yang rindu-rinduan sedangkan dia tidak tahu... Betapa pedihnya menerima kenyataan itu. Tetapi itulah hakikatnya bila cinta dan perasaan tidak boleh dipaksa-paksa.

Alangkah sakitnya cinta. Bayangan dirinya mengekori walau ke mana kita berada. Ibarat kata XPDC..
"Kau di mana jua. Berdamping di dalam hatiku"

Cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Khaliq. Cinta unik yang ada dalam tiada.
Gelap bukan Malam
Terang bukan Siang
Satu tak terbilang 
Hanyut tak terenang

Hahahahahaha... saya sudah mula merapu. Maafkan saya.. :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya kita saja yang rindu-rinduan sedangkan dia tidak tahu&#8230; Betapa pedihnya menerima kenyataan itu. Tetapi itulah hakikatnya bila cinta dan perasaan tidak boleh dipaksa-paksa.</p>
<p>Alangkah sakitnya cinta. Bayangan dirinya mengekori walau ke mana kita berada. Ibarat kata XPDC..<br />
&#8220;Kau di mana jua. Berdamping di dalam hatiku&#8221;</p>
<p>Cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Khaliq. Cinta unik yang ada dalam tiada.<br />
Gelap bukan Malam<br />
Terang bukan Siang<br />
Satu tak terbilang<br />
Hanyut tak terenang</p>
<p>Hahahahahaha&#8230; saya sudah mula merapu. Maafkan saya.. <img src='http://www.fajaril.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
