29-04-08

Pimpinlah tanganku sayang,
bersama kita menuju ke sana,
selangkah demi selangkah,
melalui jalan kehidupan.
Jangan lepaskan tanganku sayang,
aku takut kau terjatuh dan tersungkur,
tidak sanggup melihat kau terluka,
pada tanah yang penuh noda.
Pimpinlah tangan ini sayangku,
usah leraikan,
hati ini masih belum mampu
membiarkan kau berjalan sendirian,
di padang dunia penuh kepuraan.
Lihatlah sayang,
nun di sana terbentang alam,
penuh dengan seribu duga,
mampukah kau melaluinya,
apabila aku tiada di sisi?
Satu hari nanti,
akan aku biarkan kau berlari sendiri,
di tengah padang hijau bertabur bunga,
mengharum menghinggapi deria,
kau kan tersenyum dan ketawa,
tanpa nestapa di jiwa,
yang ada hanyalah indah semata.
Pimpinlah tanganku sayang,
agar dapat kuseru kekuatan,
dari elusan tangan kecilmu,
dari tulus kasih sucimu.
Pimpinlah terus tanganku,
jangan kau lepaskan,
aku tetap memerlukanmu
melalui jalan-jalan akhir,
hingga langit hilang dari pandanganku.
28-04-08
12.20 am
[+]
Kredit foto: Ibu Najla
Queen Park, Glasgow
Spring 08.
22-04-08
Kau mampu patahkan sayapku
Kau mampu tambatkan kedua kakiku
Tapi kau tak akan dapat
Mematahkan semangatku untuk hidup
Lampu neon di gedung indah
Hanya pemikat mata yang tergoda
Tapi aku kan tetap berjalan
Menuju tujuanku di sana
Berdendang anak jalanan
Berdendang dengan rentak kehidupan
Ku mohon perlindunganMu yang Esa
Aku dan mereka sama
Punya hati dan punya cita-cita
Kota ini tempat ku belajar erti hidup
Ku tinggalkan kampung halaman
Ku tinggalkan semua yang ku sayang
Demi masa depan yang cemerlang
Semoga ku diberi pedoman
Kembara
* Kredit untuk Asuhara Sue atas kiriman lirik ini.
19-02-08
Umbel ini,
dari tiada warna,
jadi putih,
jadi kuning,
jadi hijau.
Likat dan pekat,
Lekit dan lekat.
Umbel ini,
menutup ruang rasa,
menjadi tidak biasa.
Tersekat nafasku,
pening kepalaku,
pabila umbel menerjah hidungku.
[+]
Ada yang boleh agak apa itu ‘umbel’ (dari bahasa Jawa)? Sewaktu kecil dulu, pernah merasa umbel yang mengalir. Rasa masin-masin. (Euuw!)
11-02-08
Mengharap cerah berpanjangan,
kabus datang menyelubungi,
mengaburi pandangan,
dalam kedinginan.
Dan aku terus beku.
[+]
Kepala menjadi berat dan sarat. Segala yang mahu dituliskan turut menjadi beku.
08-02-08
Angin kuat bertiup,
menerbangkan debu-debu,
mengoyangkan ranting-ranting,
membawa bersama titis-titis air.
Angin kuat ini,
hampir menerbangkan segala-galanya.